• Slide 1

Pesan Direktur Utama

Pencapaian Kinerja Wismilak tahun 2017

Ronald Walla Para Pemegang Saham yang Terhormat,

Di tahun 2017, kegiatan usaha Perseroan masih dihadapkan dengan berlanjutnya tantangan dan kendala yang terjadi pada tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang paling signifikan terjadi adalah pelemahan daya beli masyarakat yang berimplikasi secara langsung terhadap kinerja Perseroan. Situasi ini menjadi catatan penting bagi manajemen di level pengambil keputusan dan telah disikapi dengan pertimbangan yang matang dalam rangka memaksimalkan kinerja usaha di masa mendatang.

Perseroan memahami kendala yang dihadapi tersebut dan berupaya semaksimal mungkin dalam mengerahkan kemampuan yang dimiliki, sehingga Perseroan dapat terus melakukan upaya perbaikan sepanjang tahun 2016 hingga 2017 melalui perumusan kebijakan usaha yang matang dengan melakukan perbaikan serta pemutakhiran rencana kerja jangka panjang.

Hal tersebut juga merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk melakukan cut off atas tren kinerja yang berlangsung. Perseroan membutuhkan penyusunan strategi yang lebih adaptatif dengan situasi yang sedang terjadi agar di tahun-tahun mendatang Perseroan mampu meraih kembali tren positif pertumbuhan kinerja sebagaimana yang diharapkan.

LAPORAN KINERJA PERUSAHAAN

Tantangan Usaha
Pada tahun 2017, perekonomian nasional tumbuh sebesar 5,07% atau mengalami peningkatan sebesar 0,05% dari tahun 2016. Pertumbuhan tersebut masih dapat terjaga dengan dukungan sinergisitas kebijakan fiskal dan moneter yang ditetapkan oleh pemerintah dan Bank Indonesia, meskipun belum mencapai target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Perbaikan pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2017 belum berbanding lurus dengan peningkatan tingkat konsumsi masyarakat. Perubahan pola konsumsi serta fluktuasi tingkat konsumsi rumah tangga sepanjang tahun masih berdampak bagi melemahnya kinerja usaha Perseroan khususnya bagi industry yang bergerak di segmen non-leisure. Perubahan pola konsumsi masyarakat terjadi akibat adanya kecendrungan memanfaatkan pendapatan untuk belanja pengalaman dan melakukan substitusi kebutuhan konsumsi non-leisure nya kepada barang-barang kebutuhan dengan harga yang lebih rendah.

Selain perubahan pola konsumsi masyarakat, beberapa indikator yang mendorong anomali di sektor konsumsi adalah dengan semakin tingginya beban kebutuhan dasar masyarakat. Meskipun inflasi terkendali namun terjadi kenaikan setara dua kali lipat pada Tarif Dasar Listrik dan Harga Elpiji. Kenaikan ini membentuk kecendrungan masyarakat untuk mengalihkan pendapatannya dalam bentuk simpanan maupun investasi sehingga lebih selektif dalam membelanjakan pendapatannya.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2017 tumbuh sebesar 4,95%. Pertumbuhan tersebut meningkat tipis dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, namun cukup menurun secara signifikan bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (yoy). Perseroan menghadapi tantangan lain di tahun 2017 selain dari aspek penjualan, salah satunya adalah cuaca. Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap hasil penjualan tembakau di pasar. Pada tahun 2016, anomali cuaca memiliki intensitas curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Hal tersebut berakibat pada penurunan jumlah dan kualitas tembakau di 3 (tiga) daerah penghasil tembakau utama Indonesia, yaitu Sumatera Utara, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penurunan tersebut berbanding lurus dengan performa penjualan rokok secara nasional. Di tahun 2017, cuaca cenderung membaik dan kualitas musim panas turut membantu pertanian tembakau, meski demikian dengan rentang waktu musim panas yang terbilang pendek, hal tersebut tetap mempengaruhi kuantitas dan daya beli tembakau di sepanjang tahun.

Kebijakan Strategis
Di tahun 2017, Perseroan masih merasakan pengaruh penyesuaian harga rokok terkait tingginya tarif cukai Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) terhadap daya beli masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Perseroan meluncurkan produk dengan harga yang lebih ekonomis dengan mengingat masih terbukanya ruang kapasitas produksi. Hal ini merupakan langkah Perseroan dalam mempertahankan volume penjualan dan menjaga pasar yang telah dimiliki.

Di tahun 2017, penjualan Sigaret Kretek Tangan (SKT) adalah sebesar Rp452,8 miliar dan penjualan Sigaret Kretek Mesin (SKM) adalah RpRp865,0 miliar batang. Total penjualan konsolidasi Perseroan tercatat sebesar Rp1.476,4 miliar atau turun sebesar 12,4% dibanding dengan penjualan neto tahun 2016 sebesar Rp1.658,8 miliar. Untuk laba usaha, di tahun 2017 Perseroan mencatatkan perolehan sebesar Rp44,2 miliar, angka tersebut lebih rendah dari perolehan laba pada tahun 2016 yang tercatat berjumlah sebesar Rp134,4 miliar. Laba tahun berjalan Perseroan tercatat sebesar Rp40,6 miliar, turun 61,8% dari capaian di tahun 2016 yang tercatat sebesar Rp106,3 miliar.

Perseroan melakukan uji pasar produk baru dan melanjutkan pendirian fasilitas produksi kelima berupa pabrik di Bojonegoro, Jawa Timur. Meskipun belum signifikan, namun hal tersebut telah mendorong langkah efiisensi Perseroan dalam hal menjaga kapasitas produksi dan mendorong peningkatan supply produk menjadi lebih efektif.

Perseroan membutuhkan waktu yang cukup untuk dapat meraih capaian bisnis yang diharapkan. Langkah-langkah yang telah diambil oleh Perseroan tentunya menjadi fondasi kebijakan yang kuat dan merupakan langkah progresif di tahun 2017 untuk dapat terus merealisasikan pencapaian di tengah situasi bisnis yang penuh dinamika.

Prospek Usaha
Berdasarkan analisis yang dilakukan, Perseroan melihat prospek usaha di tahun mendatang akan lebih baik dibandingkan dengan tahun ini. Meskipun ada anggapan bahwa isu penurunan daya beli masyarakat dan substitusi konsumsi masih akan berlangsung namun secara makro ekonomi, efek dari belanja infrastruktur negara diprediksi akan mulai memperlihatkan dampak positif sehubungan dengan rampungnya beberapa proyek-proyek strategis yang memang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi di tahun mendatang akan terealisasi sebesar 5,4% dengan tingkat inflasi yang terjaga di angka 4%.

Di internal Perseroan, penguatan strategi bisnis yang dilakukan di tahun 2017 diharapkan akan membuahkan hasil positif di tahun-tahun mendatang. Salah satu bentuk penguatan tersebut adalah upaya pemenuhan target volume penjualan (sales) dan profitabilitas terhadap beberapa produk unggulan seperti pada produk Wismilak Diplomat. Perseroan mendukung target penjualan dan profitabilitas dengan semakin menguatnya kompetensi yang dimiliki oleh tenaga pemasar kami serta perbaikan sarana pendukung bisnis melalui perbaikan sistem penjualan yang terintegrasi dan real time.

Perseroan melakukan upaya peningkatan efisiensi melalui pembangunan fasilitas produksi. Hal tersebut juga diharapkan mampu mendukung strategi efisiensi yang dijalankan Perseroan. Pengeluaran modal dalam hal relokasi pabrik dapat menjadi langkah strategis Perseroan dalam membentuk penguatan profitabilitas secara berkelanjutan.

Melalui kebijakan-kebijakan strategis tersebut, kami optimis bahwa tahun mendatang akan menjadi momentum titik balik serta upaya progresif kami dalam menjawab tantangan dan dinamika yang ada di industri. Dengan kapabilitas yang dimiliki, Kami berupaya sebaik mungkin untuk memaksimalkan potensi usaha yang ada dalam rangka menjaga pertumbuhan usaha ke arah yang lebih positif dan senantiasa berkelanjutan.

Penerapan Tata Kelola
Perseroan berkomitmen untuk terus melakukan peningkatan best practice atas prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance-GCG) dengan tujuan menjadikan GCG sebagai standar budaya tata kelola yang berlaku. Secara bertahap, Perseroan melakukan upaya pengembangan tersebut sebagaimana tercantum dalam Road Map GCG yang telah disusun. Di tahun 2017, fase internalisasi GCG yang dilakukan adalah peningkatan kualitas penerapan GCG yang bertujuan untuk menjamin terlaksananya pengelolaan usaha secara berkelanjutan serta terlindunginya hak-hak para pemangku kepentingan.

Dari aspek pemenuhan aturan (compliance), Perseroan tentunya terus melakukan tindak lanjut terhadap regulasi yang berlaku di dunia usaha, pasar modal, industri maupun aturan pemerintah terkait aturan cukai rokok dan regulasi terkait lainnya. Melalui pemenuhan aturan tersebut, Perseroan berharap pelaksanaan kegiatan usaha yang dijalankan akan berjalan dengan semestinya serta terbebas dari potensi penyimpangan yang dapat menghambat kinerja serta menurunkan kredibilitas Perseroan di hadapan masyarakat.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)
Sebagai sebuah entitas usaha, Perseroan senantiasa memberikan keberimbangan pencapaian antara kinerja usaha dengan pembangunan sosial dan lingkungan bagi pemangku kepentingan termasuk masyarakat di sekitar lokasi usaha. Untuk itu, diperlukan suatu program yang dirancang secara terukur agar tujuan-tujuan keberlanjutan dapat terealisasi dengan baik.

Sepanjang tahun 2017, Wismilak berhasil meraih beberapa penghargaan terkait pengimplementasian kebijakan CSR demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Penghargaan- penghargaan tersebut diantaranya adalah:
  1. Zero Accident dari Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, Bapak Muhammad Hanif Dhakiri, dan juga Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Penghargaan Zero Accident diberikan kepada PT Gelora Djaja (Fasilitas Produksi, Bojonegoro) atas prestasi yang diperoleh dari pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yakni mencapai 6.345.684 jam kerja orang tanpa kecelakaan kerja dalam periode 01 November 2013–31 Oktober 2017.
  2. Peringkat 1 Asia’s Best Companies 2017 dalam kategori Best Small-Cap dari FinanceAsia.
Dalam rangka merealisasikan tanggung jawab Perseroan terhadap aspek sosial dan kemasyarakatan, Wismilak menerapkan Program "Wismilak Berbagi" atau akronim dari "Wismilak Bersama Membangun Negeri" dengan menyasar lima pilar yaitu Peduli Olahraga, Peduli Sosial, Peduli Pendidikan, Peduli Budaya dan Peduli Wirausaha.

Di bidang lingkungan, Perseroan melaksanakan kegiatan tanggung jawab yaitu:
  1. Pengolahan Limbah Pabrik yang berupa limbah padat, cair, udara dan B3, dan
  2. Penggunaan energi ramah lingkungan
Sedangkan untuk tanggung jawab di bidang ketenagakerjaan, Perseroan berupaya meningkatkan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam rangka memenuhi standar kelayakan operasional yang bertujuan untuk meminimalisasi potensi risiko kerja.

Perubahan Komposisi Direksi
Hingga 31 Desember 2017, Susunan Direksi Perseroan tidak mengalami perubahan. Susunan Direksi selama tahun buku 2017 adalah:

Direktur Utama
: Ronald Walla
Direktur Operasional
: Trisnawati Trisnajuwana
Direktur Keuangan
: Lucas Firman Djajanto
Direktur Pengembangan Usaha
: Sugito Winarko
Direktur Teknik
: Krisna Tanimihardja
Direktur Independen
: Hendrikus Johan S.


Apresiasi
Dengan berakhirnya laporan ini, saya mewakili seluruh jajaran Direksi Perseroan mengucapkan rasa terima kasih yang sebesarbesarnya kepada para Pemegang Saham atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Perseroan dalam menjalankan aktivitas usaha sepanjang tahun buku 2017. Kami sampaikan juga rasa terima kasih kepada seluruh jajaran Dewan Komisaris atas arahan serta masukan dalam rangka peningkatan kualitas pengelolaan usaha dan pelaksanaan prinsip kehati-hatian. Tidak lupa juga kami sampaikan rasa terima kasih kepada seluruh Pemangku Kepentingan, Karyawan, Pemasok, Distributor dan tentunya masyarakat atas dukungan positif yang selama ini diberikan kepada kami dalam menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan.


Surabaya, April 2018
Atas nama Dewan Direksi

RONALD WALLA
Direktur Utama PT Wismilak Inti Makmur Tbk