• Slide 1

Tata Kelola Perusahaan

GCG Principles


Tumbuh sebagai perusahaan yang tradisional kemudian berkembang sebagai perusahaan yang modern, Wismilak menggabungkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), seperti yang diuraikan dalam Pedoman Umum Komite Nasional Kebijakan GCG (KNKG) Tahun 2006 serta nilai perusahaan, asumsi dasar, dan kompetensi dasar para insan Wismilak. Sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, Wismilak pun mengembangkan struktur organisasi yang menunjang penerapan GCG.

Struktur Tata Kelola Perusahaan
Struktur Tata Kelola Perusahaan Wismilak memiliki Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Komite Penunjang Dewan Komisaris, Direksi, Sekretaris Perusahaan, serta Unit Audit Internal, yang berperan sebagai organ perusahaan untuk menerapkan GCG. Struktur ini menentukan hubungan antar organ perusahaan: Dewan Komisaris dan Direksi melapor ke Pemegang Saham melalui RUPS, Komite Penunjang Dewan Komisaris melapor langsung ke Dewan Komisaris, dan Unit Audit Internal melapor langsung ke  Direktur Utama.

Sekretaris Perusahaan
Mematuhi Peraturan BAPEPAM-LK No. IX.I.4 juncto Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-305/BEJ/07-2004, Perseroan mengeluarkan Surat Keputusan Direksi No. 008/LGA/ROW/IX/2012 tentang Penunjukan Sekretaris Perusahaan, yang menunjuk Surjanto Yasaputera sebagai Sekretaris Perusahaan Wismilak dengan masa tugas yang mengikuti masa tugas Direksi Wismilak, yaitu lima tahun sejak pengangkatan pada tahun 2012.

Unit Audit Internal
Sesuai Piagam Audit Internal, Unit Audit Interen:
  • menyusun dan melaksanakan rencana audit internal tahunan;
  • menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian intern dan system manajemen risiko sesuai dengan kebijakan Perseroan;
  • melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi, dan kegiatan lainnya;
  • memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat manajemen;
  • membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris;
  • memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan;
  • bekerja sama dengan Komite Audit;
  • menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang dilakukannya; dan
  • melakukan pemeriksaan khusus bila diperlukan.

Komite Audit
Sesuai Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, serta Peraturan BAPEPAM-LK No. IX.I.5, Dewan Komisaris Perseroan pun telah mengesahkan Piagam Komite Audit Perseroan pada tanggal 1 November 2013. Piagam tersebut mencakup visi dan misi, tujuan pembentukan, struktur dan keanggotaan, masa tugas, tugas dan tanggung jawab, rapat, kode etik, hubungan kerja, serta pelaporan Komite Audit Perseroan.

Sesuai Peraturan BAPEPAM-LK No. IX.I.5 yang tertuang dalam Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. Kep-643/BL/2012 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, Dewan Komisaris Perseroan mengangkat anggota Komite Audit Perseroan pada tanggal 15 Mei 2013, untuk masa jabatan 2013-2017, hingga berakhirnya masa jabatan Dewan Komisaris.

Sesuai peraturan yang berlaku, Komite Audit Wismilak bekerja secara independen dan melapor kepada Dewan Komisaris.
 
Komite Audit Wismilak terdiri atas:
Ketua : Edy Sugito
Anggota : Herbudianto, Felix Suhendar

Remunerasi
Para Komisaris dan Direksi Wismilak memperoleh remunerasi berupa honorarium. Sesuai Keputusan RUPST 20 Mei 2014, besaran honorarium tersebut ditentukan oleh Komisaris Utama dengan dasar pertimbangan berupa pertumbuhan perusahaan.

Sistem Manajemen Risiko
Untuk mengelola risiko operasional, Wismilak antara lain menyediakan stok pengaman bahan baku sebesar rata-rata antara 12-24 bulan tergantung jenisnya.

Terkait sumber daya manusia, Wismilak mengembangkan sistem kaderisasi karyawan dan sistem organisasi yang berjenjang. Dengan demikian, proses kerja tetap berlangsung bila ada staf atau karyawan yang mengundurkan diri atau pensiun.

Adapun untuk menghadapi risiko kecelakaan kerja, Perseroan secara konsisten menjaga keselamatan dan kesehatan kerja, dengan membentuk P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja), yang telah disahkan oleh Depnaker, dan telah meraih penghargaan Zero Accident.

Terkait perubahan kebijakan Pemerintah, Wismilak menjaga fleksibilitas dengan menerapkan strategi agar dapat mengambil langkah yang memenuhi kebijakan yang baru. Lebih jauh, menyikapi kampanye anti rokok, Wismilak memberikan penyuluhan tentang konsumsi rokok yang wajar dan toleransi terhadap orang yang tidak merokok.

Wismilak mengendalikan eksposur risiko kredit dengan menetapkan kebijakan kredit, di mana persetujuan atau penolakan konsumen baru dan kepatuhan atas kebijakan tersebut dipantau oleh Direksi.
Sebagai bagian dari proses dalam persetujuan atau penolakan tersebut, reputasi dan jejak rekam pelanggan menjadi bahan pertimbangan. Pada tahun 2014, tidak terdapat risiko kredit yang terkonsentrasi secara signifikan.

Perseroan dan Entitas Anak mengelola risiko likuiditas dengan pengawasan proyeksi arus kas dan arus kas aktual secara berkesinambungan serta menjaga kecukupan kas dan setara kas dan fasilitas pinjaman yang tersedia. Risiko ini juga diminimalisir dengan mengelola berbagai sumber pembiayaan dari para pemberi pinjaman yang dapat diandalkan.
Guna memitigasi risiko pasar, pada tahun lapor 2014 Wismilak tidak melakukan lindung nilai terhadap perubahan tingkat suku bunga, terutama yang berkaitan dengan liabilitas, atas dasar perhitungan bila tingkat suku bunga meningkat atau menurun sebesar 50 basis poin maka laba sebelum beban (manfaat) pajak akan menjadi lebih tinggi atau lebih rendah Rp 1.115 juta. Wismilak pun tidak melakukan lindung nilai terhadap nilai tukar mata uang asing, melainkan memantau arus kas pendapatan dalam mata uang asing, atas dasar perhitungan jika nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing meningkat atau menurun sebanyak 10% dengan semua variabel konstan, laba sebelum beban (manfaat) pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut lebih rendah atau lebih tinggi sebesar Rp 1.066.648.560. Akhirnya, dengan pertimbangan eksposur Wismilak terhadap risiko komoditas hanya menyangkut pembelian tembakau dari pihak ketiga, tidak ada kontrak pembelian komoditas resmi yang dilakukan oleh Wismilak pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013.

Standar Perilaku Perusahaan
Wismilak menyadari sekali bahwa pertumbuhan Perusahaan tidak terlepas dari kepercayaan dan perkembangan segenap pemangku kepentingan (Stakeholders). Dalam komitmen Perusahaan untuk menjaga kepercayaan terhadap Stakeholders, Perusahaan berkomitmen untuk mengimplemantasikan komitmen tersebut sejalan dengan peraturan perundang-undangan melalui kepatuhan atas Standar Perilaku Perusahaan (Code of Conduct).

Whistleblowing System
Wismilak telah menyusun mekanisme dan peranan organ-organ perusahaan untuk whistleblowing system, dan telah tercantum pada Standar Perilaku Perusahaan (Code of Conduct).


Standard Perilaku Perusahaan